Kenapa FaithToGrow HadirJutaan anak muda Indonesia stuck bukan karena tidak pintar. Tapi karena tidak ada yang kasih peta, tidak ada mentor, tidak ada jalur yang jelas. Itu yang FaithToGrow coba ubah.
01Lulus, lalu mentok.
Lulus tapi tidak tahu mulai dari mana itu pengalaman yang sangat umum. Sekolah mengajari cara belajar, tapi jarang mengajari cara kerja atau cara usaha.
Tanpa jalur 02Bantuan satu kali tidak cukup.
Satu sesi pelatihan tidak cukup. Anak muda butuh seseorang yang hadir tiap minggu, yang bisa ditanya, yang ikut repot ketika ada hambatan nyata.
Bukan charity 03Donasi tanpa transparansi.
Banyak donasi tidak bisa dilacak ke mana perginya. Donor tidak bisa lihat siapa yang didanai, apa yang terjadi, atau apakah programnya benar-benar berdampak.
Tanpa bukti anak muda Indonesia usia 18-24 tahun saat ini belum punya pekerjaan tetap, kuliah, atau jalur yang jelas.
Sumber: agregat BPS Sakernas + Susenas, 2023-2024 (estimasi NEET 18-24).
Mereka bukan malas. Mereka tidak pernah dikasih peta. FaithToGrow ada untuk itu: satu peserta, satu mentor, satu milestone dalam satu waktu.
Bukan kasih kail lalu pergi. Tapi duduk di sebelah mereka sampai benar-benar bisa memancing sendiri.